Sabtu, 26 Desember 2009

REFLEKSI HIJRAH “1431”

OLEH : DR. ZAIM RAIS

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. al-Nisa’ : 100).

Hijriyah adalah starting points untuk melakukan gerakan sosial kegamaan bagi pencapaian tujuan Muhammadiyah. Usaha tersebut semakin memiliki signifikasi mengingat tantangan yang semakin hari semakin kompleks di hadapi oleh umat Islam. Tantangan pertama yang dihadapi umat Islam adalah kritikan terhadap keberadaan Islam sebagai sebuah agama yang menurut mereka yang mengkritik tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada hal, Islam adalah agama yang mendorong umat manusia untuk maju. Sejarah telah membuktikan betapa Islam sebagai sebuah agama telah melahirkan tokoh dan pemikir yang pengaruhnya sangat besar di dunia Barat.

HIJRAH ADALAH MOMENTUM PERUBAHAN

DRS. IRDAS RAJA, M. Ag. (Ketua KKM Nanggalo)


Hijriyah adalah momentum perubahan bagi dakwah Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Kita sulit membayangkan bagaimana keadaan Islam hari ini, apakah agama tersebut sampai ke Sumatera Barat atau tidak sekiranya Nabi Muhammad SAW tidak melakukan hijriyah dari Mekah ke Madinah. Dalam hubungan ini, hijrah memiliki peran strategis dan kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dakwah Islam.

Pentingnya kedudukan hijrah itu dapat kita cermati dari pencapaian dakwah Islam selama di Madinah. Islam di Madinah bukan hanya Islam yang memiliki kekuatan spiritual, melainkan juga agama yang memiliki kekuatan politik. Sekitar 10 tahun Muhammad SAW di Madinah, Islam muncul menjadi kekuatan baru yang mampu menandingi kekuatan politik Rumawi di Barat dan Persia di Timur. Semoga saja kita mampu menangkap pesan-pesan hijrah.

Jumat, 25 Desember 2009

BUKAN NATALAN TAPI MUHARRAMAN ...!

By : Yasri Azmi, S. Th.I
Ini adalah tulisan saya dua tahun yang lalu ; agaknya masih original untuk di cerna dengan mata hati ; saat peringatan Tahun Baru Islam ketika itu bertepatan dengan hari Natal. 

Alhamdulillah. Yang jelas hari ini (25 Desember 2009) kita berkumpul bukan dalam rangka ikut memeriahkan Hari Natal, bukan? Namun hari ini Bertabligh Akbar dalam rangka Memperingati Tahun Baru Islam 1430 H
Amat banyak kegiatan positif yang bisa kita angkatkan dalam rangka peringatan Hijrah Rasul (1 Muharram).
Ormas-ormas Islam silahkan adakan Acara-acara Pengajian/Tabligh Akbar. Remaja Masjid biasanya amat kreatif mengangkat kegiatan-kegiatan Lomba seperti Nasid, Puisi, Donor Darah dll. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa diselenggarakan di Sekolah, masjid-masjid atau di halaman masjid.
kita kenalkan kebesaran pada generasi kita sebuah Momentum penting dalam Islam. ; yakni awal penanggalan dalam agama kita.