Selasa, 11 Oktober 2011

SELAMATKAN KAUM WANITA

Oleh : Yasri Azmi, S. Th.I
Sejarah menginformasikan bahwa sebelum Al-quran turun terdapat sekian banyak peradaban besar yang tidak banyak memberi hak dan tempat bagi wanita. Bagaimana mereka memperlakukan wanita ?
  1. Pada masyarakat Yunani ;wanita disekap di dalam istana-istana, dikalangan bawah mereka diperjual-belikan untuk memenuhi kebutuhan laki-laki. Wanita dihinakan dengan menjadikannya objek hiburan ; seperti banyaknya patung-patung wanita telanjang menjadi hiasan di pusat-pusat kota.
  2. Bagi Romawi ; wanita sepenuhnya dibawah kekuasaan ayah atau suami. Kekuasaan untuk menjual,mengusir, menganiaya dan membunuh.
  3. Hindu dan Cina : Hak hidup seorang wanita yang bersuami harus berakhir saat kematian suami. Istri harus dibakar hidup-hidup saat mayat suami dibakar. Bahkan tidak sedikit wanita yang dijadikan sesajian atau tumbal dalam upacara-upacara keagamaan.
  4. Menurut pandangan sebagai pemuka Nasrani ; Wanita adalah senjata iblis untuk menyesatkan manusia. Terjadinya pembunuhan antara adik dan kakak (Qabil terhadap Habil) juga karena wanita.
  5. Peradaban bangsa Arab Jahiliyyah  islam ; Bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena perempuan dianggap sebagai beban keluarga.
  6. Dalam Yahudi ; martabat wanita sama dengan pembantu . Ayah berhak menjual anak perempuan kalau tidak punya saudara laki-laki. Wanita dianggap sumber laknat, karena dialah penyebab Adam terusir dari sorga. 
Setelah Islam datang ; Al-quran memposisikan wanita sejajar dalam beberapa hal:
1. Dalam hal kejadian dan kemuliaan : Surat al-Hujurat 13:
Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
2. Dalam hal tanggung jawab : Surat At-taubah 71
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.

3. Dalam mendapatkan ampunan dan pahala besar : surat Al- Ahzab 35 :
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Ayat ini turun adalah setelah tiga orang perempuan Muslimah yang menuntut keadilan kepada Rasulullah ; mereka ; Umu salamah, Asma ninti umais dan Umarah Al-anshiriyah.
Sekalipun disisi lain ada hadits yang memahami bahwa Siti hawa tercipta di tulang rusuk adam ; yaitu dalam HR. Tirmidzi dari Abi Hurairah :
ِاسْتَوْصُوا بِالنِّساَء ِخَيْرًا فَإِنَّهُن َّ خُلِقْن مِنْ  ضَلْع ٍأَعْوَج
Saling pesan-memesanlah untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.
; namun diantara ulama yang kebenaran hadits ini secara sempurna karena bila ditelusuri Nash Al-quran yang langsung dan kongkrit tentang ini tidak ada ; yang ada hanya dalam perjanjian lama (kejadian II pasal 21-22).
Terlepas dari hadits diatas , yang terpenting adalah islam ingin memposisikan perempuan sebagai sosok yang terhormat dengan 4 jalan :
  1. Sama dalam mendapatkan pahala amal (Ali imran 3 )
”sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang- orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan”
  1. Kepada wanita diberikan hak-hak waris seperti layaknya laki-laki (An-nisa’ 32)
”..... Bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita ( pun ) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan,...”
  1. Identitas wanita muslim dan kehormatannya dijaga agar tidak di ganggu ; dengan 2 cara
  1. Perintah menutup aurat. (al-Ahzab 59 )
Hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu , anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal , karena itu mereka tidak di ganggu. Dan allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”
  1. Perintah agar menetap dirumah sebagai ahli bait dan tidak bertingkah seperti orang jahiliyyah (Al-ahzab 33 )
Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu....
  1. Wanita disiapkan untuk menjadi sosok ”ibu” teladan. Ibu yang derajatnya 3 tingkat dibanding ayah , sebagai mana haits bukhari-muslim yang sanadnya dari Abi Hurairah :
Suatu kali datanglah kepada rasulullah seorang pemuda , lantas ia bertanya : Wahai rasulullah, siapakah diantara manusia yang paling berhak untuk saya berbuat baik kepadanya ? maka rasulullah menjawab : ”Ibumu”. Pemuda tadi kembali bertanya ”siapa lagi ya  rasulullah ? ”Beliau menjawab”, kemudian siapa lagi ? Baru ”ayahmu”.
Mari...kita camkan untaian syair berikut ini:
 ”Ibu bagai sebuah sekolah ; bila disiapkan dengan rapi ;
maka sungguh kita telah menyiapkan generasi yang baik akhlaqnya.
”Ibu bagai taman ; bila kita sirami dengan air yang cukup ;
maka ia akan indah dan menghijau dengan sempurnanya.”
Wallahu muwafiq ilaa aqwamiththriiq......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar