Jumat, 19 November 2010

ANJING DAN MANUSIA

Oleh: Yasri Azmi, S. Th.I

Anjing dalam bahasa Arab “Kalb” ; berbentuk ism ; hanya tersebut 2 kali dalam Al-Qur’an. Yakni dalam Surat al-Kahfi ayat 18 - 22 dan al-A’raf ayat 166). Al-Kahfi ayat 18 - 22 adalah kisah seekor anjing yang bertingkah seperti manusia. Anjing Ashhabul kahfi mampu mengikuti jejak orang-orang sholeh sehingga ia dijanjikan sorga. Alangkah mengagumkan bahwa “anjing saja bisa sholeh”. Sekalipun ia terkadang jadi binatang bulan-bulanan yang dibenci. Disamping haram dan najis, sesekali juga membuat jengkel manusia karena mengganggu. Rasul Muhammad saw. Bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasai : “Sekiranya anjing-anjing itu tidak termasuk bagian dari umat-umat, niscaya saya telah perintahkan untuk membunuhnya”.


Sabtu, 13 November 2010

LEZATNYA SEBUAH PERSAUDARAAN


Islam sebagai agama yang kita yakini, telah memberikan penjelasan dengan tegas, bahwa seorang muslim bersaudara dengan muslim lainnya. Persaudaraan itu tidak diukur denngan tali keturunan, kedekatan, suku, sekampung dan lain sebagainya, tetapi persaudaraan itu terbangun atas dasar keyakinan dan keimanan.
Boleh saja seseorang beradik-kakak, satu suku dan satu kampung menurut Islam tidak bersaudara disebabkan mereka beda keyakinan, akan tetapi bisa saja kita dari bangsa yang berbeda, kulit yang berbeda, keturunan yang berbeda kita bersaudara karena keyakinan kita sama. Istilah lezat biasanya sering kita pergunakan dalam menilai suatu makaan, namun kali ini istitah lezatnya sebuah persaudaraan kita pinjam untuk menggambarkan betapa indahnya dan betapa nikmatnya kalau persaudaraan muslim itu terbangun.
Berikut dapat kita kutipkan beberapa Perintah Allah untuk membangun persaudaraan dalam surah Ali Imran ayat 103 :


Kamis, 07 Januari 2010

MENGAPA ANDA MEMILIH ISLAM SEBAGAI AGAMA ?


Islam sebagai sebuah agama senantiasa menarik untuk dibicarakan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun jua. Sufi, filosof, teolog, ekonom, politikus, intelektual, orang awam, pemimpin dan masyarakat biasa jika sudah berbicara tentang Islam pasti menarik. Apalagi pembicaraan mereka itu diangkat dari perspektif dan argumentasi yang berbeda. Ketika kita bertanya kepada filosof mengapa ia memilih Islam sebagai agama, jawabnya mungkin karena Islam adalah agama rasional. Ketika pertanyaan itu diajukan kepada seorang sufi mungkin jawabannya karena Islam adalah agama yang menyenangkan batin.

Tapi, bagaimana jika pertanyaan itu diajukan kepada anda, mengapa anda memilih Islam sebagai agama ?, beri jawaban anda di sini.

Sabtu, 26 Desember 2009

REFLEKSI HIJRAH “1431”

OLEH : DR. ZAIM RAIS

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. al-Nisa’ : 100).

Hijriyah adalah starting points untuk melakukan gerakan sosial kegamaan bagi pencapaian tujuan Muhammadiyah. Usaha tersebut semakin memiliki signifikasi mengingat tantangan yang semakin hari semakin kompleks di hadapi oleh umat Islam. Tantangan pertama yang dihadapi umat Islam adalah kritikan terhadap keberadaan Islam sebagai sebuah agama yang menurut mereka yang mengkritik tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada hal, Islam adalah agama yang mendorong umat manusia untuk maju. Sejarah telah membuktikan betapa Islam sebagai sebuah agama telah melahirkan tokoh dan pemikir yang pengaruhnya sangat besar di dunia Barat.

HIJRAH ADALAH MOMENTUM PERUBAHAN

DRS. IRDAS RAJA, M. Ag. (Ketua KKM Nanggalo)


Hijriyah adalah momentum perubahan bagi dakwah Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Kita sulit membayangkan bagaimana keadaan Islam hari ini, apakah agama tersebut sampai ke Sumatera Barat atau tidak sekiranya Nabi Muhammad SAW tidak melakukan hijriyah dari Mekah ke Madinah. Dalam hubungan ini, hijrah memiliki peran strategis dan kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dakwah Islam.

Pentingnya kedudukan hijrah itu dapat kita cermati dari pencapaian dakwah Islam selama di Madinah. Islam di Madinah bukan hanya Islam yang memiliki kekuatan spiritual, melainkan juga agama yang memiliki kekuatan politik. Sekitar 10 tahun Muhammad SAW di Madinah, Islam muncul menjadi kekuatan baru yang mampu menandingi kekuatan politik Rumawi di Barat dan Persia di Timur. Semoga saja kita mampu menangkap pesan-pesan hijrah.