السَّـلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ
رَبِّ العلَمِيْنَ, نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِى
لاَ تُحْصَى وَ لاَ تُعَدّ... دَعَا عِبَادَهُ لِحَجِّ بَيْتِهِ اْلأَمِيْن, وَ
قَالَ فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْم : "طَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّائِفِيْنَ وَ
الْعَاكِفِيْنَ وَ الرُّكَّعِ السُّجُوْدِ". أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ
اللهُ وَ حْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ
رَسُوْلُه.ُ اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَ
أَصْحَابِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ, قَالَ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ
الزَّادِ التَّنْقَوى...
Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan
orang-orang yang bersama dengannya ; (Q.S al-Mumtahanah – 4)
SYUKUR
(Q.S Ibrahim – 34)
Sekitar 4 juta jama’ah
Haji dari seluruh dunia tengah mempersiapkan diri memenuhi undangan Allah guna
menyempurnakan Rukun Islam.
yang diberi kekayaan;
telah akan bersyukur dengan haji dan qurban!, BEGITU JUGA hendaknya yang
diberi pangkat dan kedudukan, kesehatan, dan ilmu pengetahuan;
Dalam menyikapi Prosesi Haji dan
Qurban; setidaknya mengisya- ratkan 3 hal penting:
1. Secara Syar’i Haji disepakati oleh Jumhur Ulama Fiqh
sebagai salah satu Rukun dalam Islam. Sedang Qurban adalah sunat Muakkadah ; sunah yang amat dituntut atas
setiap Muslim yang merdeka, berakal, baligh lagi berkemampuan. Inilah Syariat tanpa
bantahan: karena
Prinsipnya adalah: ”TUNDUK DAN PATUH”
الخضوع و الاقياد بما جاء به محمد ص.م
2. Secara
Kontekstual berdasarkan tunjauan sejarah umat Islam dituntut untuk meneladani
Nabi Ibrahim AS dan keluarganya sebagaimana Firnan Allah:
Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan
orang-orang yang bersama dengannya ; (Q.S al-Mumtahanah – 4)
3.
Manusia sebagai makhluq yang berfikir dapat kiranya
memahami secara Filosofis tentang ajaran, hikmah dan nilai-nilai yang
terkandung dalam setiap prosesi haji dan qurban tersebut. Agar kita tidak
berhenti sampai simbol-simbol keagamaan.
Karena ada ungkapan yang popeler selalu kita dengar:
”الدين عقل, و لا دين لمن لا عقل له”
Hal ini dapat dibenarkan dengan diperkuat oleh Firman Allah
dan
perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
(Q.S At-Tahrim – 21)
Poin satu telah dibahas
oleh khatib kita terdahulu, nah pada jum’at kali ini kita akan coba menyinggung
poin 2 dan 3: Agar Hari Raya Qurban tidak berlalu tanpa hikmah dan mau’izhah:
1.
Nabiyyuna Ibrahim telah membangun negeri Arab yang gersang dan tandus menjadi
negeri yang aman makmur, dengan keyakinan, kerja keras, dan do’a.
1. Semenjak Ibrahim menghancurkan patung-patung berhala
buatan ayahnya sendiri. Sambil mengayunkan martil beliau iringi dengan Takbir.
2. Semangat hijrah sebagaimana yang
dilakukan oleh Nab-nabi terdahulu. بلاد االه واسعة فضاء و رزق الله في الدنيا فسيح ...فقل للقعدين غلي...
3. Pendirian
kembali Ka’batullah sebagai sentral pembangunan ummat yang bertauhid.
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat)
manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi
petunjuk bagi semua manusia. (Q.S Ali Imran-96)
Bapak-bapak,
saudara-saudara, sidang jum’at...
Masjid kita ; secara
fisik ; sudah berdiri dengan megah, tinggal bagaimana kita lagi mengisinya dengan
pembagunan mental ummat, khususnya generasi muda penerus perjuangan bangsa ini.
Alhamdulillah sarana
ummat yang megah ini telah kita manfaatkan dengan untuk pembinaan generasi
penerus yang akan mewarisi agama ini nanti.
4.
Selanjutnya Nabiyyuna Ibrahim as. telah memberi contoh pada kita untuk
selalu mendo’akan negerinya, keturunannya dan umatnya yang beriman.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri
Ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku daripada
menyembah berhala-berhala. (Q.S Ibrahim – 35)
Pada ayat lain,
do’a beliu berbunyi:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri
ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada
penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. (Q.S
al Baqarah 126)
Menakjubkan
sungguh, dengan kekuatan iman, kerja keras dan do’a, Negeri Arab yang tandus
telah menjadi negeri yang aman dan kaya raya.
Tentunya kita
telah saksikan juga bagaimana perguruan ini telah dibangun kembali setelah porak
poranda akibat gempa 4 tahun lalu tentunya ini berkat: keyakinan, kerja
keras dan do’a.
5.
Istri Nabi Ibrahim ; Siti Hajar adalah sosok istri taat
dan sabar.
Mari kita Ingat
kembali ketika Siti Hajar berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwa. Ini
merupakan sebuah usaha melelahkan.
Prosesi sa’i yang melelahkan memberi pelajaran penting
bagi kita:
1. Jumlah 7 kali berbolak-balik dari safa ke marwa: merupakan isyarat
bahwa kegagalan dalam itu bisa terjadi 2,3 atau 7 kali. Dan pintu
rezeki boleh jadi akan dibukakan Allah lewat perantaraan orang lain.
Air mata Zam-Zam yang sampai hari ini tidak
pernah habis-habisnya. DR. MASARU EMOTO, seorang sarjana Yokohama Jepang.
hasil risetnya mengenai air yang ditulisnya dalam buku “The True
Power of Water.” Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak
teratur, kecuali molekul air zam-zam. Susunan molekul air zam-zam sangat terstruktur
dan indah, bak berlian yang berkilauan, dan memancarkan lebih dari 12 warna
jika dibekukan.
2. Usaha kerja keras dalam mengejar rezeki yang
halal, Sikap mau
membanting tulang dan fikiran untuk mencari rezki yang halal merupakan
teladan yang dicintai Allah swt.
Rasulullah SAW
bersabda dalam Hadist yang sanadnya dari Ali RA - diriwayatkan oleh ad-Dailami :
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ
تَاعِبًا فىِ طَلَبِ الْحَلاَلِ
”Sesungguhnya Allah cinta melihat
hambaNya lelah dan bersusah payah dalam mencari yang halal”
Banyak ragam pekerjaan mulia disisi Allah
apakah itu bertani, berdagang, beternak, jadi guru, karyawan, buruh, sopir,
tukang ojek dan seterusnya, asal diniatkan ibadah ; mencari rezeki yang halal.
عن
ابن عباس ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « طلب الحلال جهاد »
Mencari rizki yang halal itu termasuk jihad.
Alangkah mulia seorang pejabat yang jujur, pengusaha yang sholeh, konglomerat
yang dermawan, atau pemimpin yang bijaksana,
bersahaja dan taat beragama.
Dan alangkah hina manusia yang berladang dipunggung orang atau
bersenang-senang diatas penderitaan saudaranya.
6.
Anak Nabi Ibrahim yaitu Ismail as. adalah teladan : anak
yang taat pada perintah Allah dan patuh pada orang tua.
Bagi Nabi Ismail kepatuhannya kepada orang
tua dalam hal memunaikan perintah Allah adalah diatas segala-galanya.
Agak jarang membudaya hari ini ; anak yang tunduk pada
peritah orang tua. Sebagai contoh ”bila anak disuruh shalat”. Namun bagi
Isma’il, ”Jangankan untuk disuruh shalat, untuk dikorbankanpun beliau bersedia”
karena itu adalah perintah Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran:
"Hai bapakku, kerjakanlah apa
yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar". (Q.S
As-Shofaat-102)
Kaum muslimin-muslimat sidang jum’at hamba Allah.....
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ; kian
mengalami kemajuan pesat dari waktu ke waktu ; ibarat dua mata pisau ; antara
keuntungan kemajuan dan dekadensi moral. Inilah PR besar untuk para orang tua. Kecanduan
anak-anak dan generasi kita akan media elektronik dan telekomunikasi sering
melalaikan sholat dan memperturutkan syahawat.
Allah ingatkan dalam al-Quran S. Maryam ; 59:
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan
shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui
kesesatan,
Kewajibannya orang tua adalah
memberi nasehat sebagaimana wasiat Rasulullah saw.
مَا مِنْ عَبْدِ
يَسْتَرْعَيْهِ الله ُرَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيْحَةٍ إِلَّا لمَ ْيَجِدْ
رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
Barang siapa yang Allah jadikan
pemimpin, tapi tidak pernah memberi nasehat kepada yang dipimpinnya ; niscaya
dia tidak akan mencium bau sorga (HR. Muttafaqun ’Alaih)
Bukankah kita
orang tua diperintahkan untuk memberi instruksi pada anak agar mendirikan shalat.
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu
dalam mengerjakannya. (Q.S : Thaha – 132:) :
Maka ”wa’mur” disini jelas artinya ”dan
perintahkanlah!”, bukan mempersilahkan, atau sekedar membasa-basi.
Mudah-mudahan dengan meneladani keluarga Nabi Ibrahim as,
maka masyarakat bertaqwa akan terwujud.
KHUTBAH ke-DUA
Saat hari rmakan dya
Qurban: kita akan menyantap daging korban, silahkan makan dagingnya tapi jangan
termakan dengan sifat-sifat binatang korban. Ada 3 hewan kurban di kampung
kita:
Ø Kambing ; tidak mau mandi, susah
diatur : kalau diikat dia ribut, kalau dilepas ia mengganggu, kalau makan
makanan yang dilahap hanya pucuk muda saja.
Manusia kambing tidak mau membersihkan dirinya atau sulit mengakui kesalahan.
Ø Kerbau: makin mandi makin
berkubang, yaitu tipe manusia yang gemar mencampurkan yang hak dengan yang
bathil.
Ø Sapi sifatnya cuek : kemana
saja mau digiring, asal perutnya berisi, sekalipun ke rumah potong.
Tipe manusia sapi adalah:
Asal perut kenyang hati senang : sekalipun akan digiring ke neraka adalah.
Hal inilah yang disentil
Allah dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 179 :

