Kamis, 27 Agustus 2009

RAMADHAN DAN SILATURRAHIM


R
amadhan adalah moment membangun silaturrahim dan kehadirannya membuat tujuan bersama dalam masyarakat mudah untuk diwujudkan. Silaturrahim merupakan sebuah konsep sosial keagamaan dalam Islam yang menggambarkan makna-makna kasih dan sayang. Secara normatif Islam merupakan agama yang mendorong perlunya dibangun corak kehidupan sosial kemasyarakatan lewat nilai-nilai kasih dan sayang. Masyarakat yang mau dibangun Islam pada dasarnya merupakan masyarakat yang menebarkan kasih dan sayang antar sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Silaturrahim memiliki hubungan yang erat dengan keimanan dan membangunnya merupakan implementsi dari kualitas iman. Dengan kata lain semakin kuat iman semakin besar peluang umat Islam untuk membangun silaturrahim. Sebaliknya semakin keropos iman semakin sulit mewujudkan silaturrahim dalam kehidupan. Nabi Muhammad menyebut hubungan tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Kamis, 20 Agustus 2009

MARHABAN YA RAMADHAN


M
arhaban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata rahb yang berarti luas dan lapang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia istilah marhaban dimaksudkan sebagai kata seru yang berfungsi untuk menyambut, menghormati dan mengucapkan selamat datang kepada tamu.
Ramadhan juga merupakan istilah bahasa Arab yang berarti membakar atau mengasah. Arti ini menunjukkan esensi dari kedatangan Ramadhan sebagai bulan untuk membakar dosa-dosa. Manusia yang melaksanakan puasa dengan penuh keimanan kepada Allah dan mengisi Ramadhan dengan amal shaleh maka semua kebaikannya itu dapat mengikis habis dosa-dosa yang pernah dilakukannya pada masa lalu. Dalam hubungan ini bulan Ramadhan bagaikan tanah subur yang siap ditaburi benih-benih kebaikan dan amal shaleh. Ketika benih tersebut telah tumbuh maka ia mulai bekerja membersihkan jiwa dari kotoran dosa-dosa.

PUASA HANYA UNTUK MEREKA YANG BERIMAN

P
uasa merupakan suatu bentuk ibadah yang dilakukan dengan cara menahan diri dari makan dan minum, hubungan seksual dan hal lain yang membatalkan, mulai dari terbit fajar hingga datangnya waktu Maghrib. Puasa diperintahkan Allah setelah kewajiban perintah shalat lima waktu. Kewajiban tersebut diberikan-Nya kepada Nabi Muhammad pada tahun kedua Hijriyah di Madinah melalui firman-Nya yang terdapat dalam surat al-Baqarah.
يأيها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
Hai orang-orang yang beriman telah wajibkan kepada-mu untuk melaksanakan ibadah puasa sebagaimana sudah diwajibkan pula kepada orang-orang yang hidup sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”, (al-Baqarah/2 : 183).

RUKUN DAN SYARAT WAJIB PUASA



Puasa merupakan ibadah yang mempunyai ketentuan hukum dari Allah dan Rasul berupa rukun dan syarat. Dalam melaksanakan puasa mesti memenuhi rukun dan syarat. Sekiranya tidak ibadah tersebut dipandang batal menurut ilmu fiqih. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan secara sederhana rukun-dan syarat puasa.
1. Rukun Puasa
a. Niat
Para ulama berbeda pandangan di seputar keberadaan niat melakukan ibadah puasa. Sebagian mereka berpendapat bahwa niat adalah rukun puasa. Tetapi sebagian yang lain memandang bahwa niat termasuk syarat puasa. Perbedaan pendapat yang hampir sama kita dijumpai pula dalam waktu dan cara melaksanakan niat puasa. Untuk lebih jelasnya berikut dipaparkan beberapa pendapat ulama yang dikemukakan oleh Amir Hamzah Fakhruddin yang dikutip dari buku al-fatawa al-jami'ah lil mar'atil muslimah. 

Rabu, 19 Agustus 2009

MERINTIS HIDUP QURANI

Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad untuk pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan, tepatnya ketika beliau berusia 41 tahun. Kehadiran al-Quran memiliki beberapa fungsi dan salah satunya adalah pedoman dan petunjuk hidup manusia. Sebagai pedoman dan petunjuk hidup al-Quran membawa ajaran berupa aturan dan hukum yang menjangkau seluk-beluk kehidupan. Lewat aturan dan hukum itu al-Quran menawarkan pencerahan kepada manusia.
شهررمضان الذي أنزل فيه القرأن هدى للناس وبينت من الهدى و الفرقان.
“Bulan suci Ramadhan yang padanya al-Quran diturunkan oleh Allah yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dengan yang bathil,” (al-Baqarah/2 : 185).
Ayat di atas menyebutkan bahwa salah satu fungsi al-Quran merupakan petunjuk bagi manusia. Untuk meraih petunjuk al-Quran umat Islam perlu berusaha untuk menata hidup mereka hingga berada sedekat dan seakrab mungkin dengan al-Quran. Dengan jalan itu mereka dapat merasakan indahnya hidup bersama al-Quran.