Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. al-Nisa’ : 100).
Hijriyah adalah starting points untuk melakukan gerakan sosial kegamaan bagi pencapaian tujuan Muhammadiyah. Usaha tersebut semakin memiliki signifikasi mengingat tantangan yang semakin hari semakin kompleks di hadapi oleh umat Islam. Tantangan pertama yang dihadapi umat Islam adalah kritikan terhadap keberadaan Islam sebagai sebuah agama yang menurut mereka yang mengkritik tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada hal, Islam adalah agama yang mendorong umat manusia untuk maju. Sejarah telah membuktikan betapa Islam sebagai sebuah agama telah melahirkan tokoh dan pemikir yang pengaruhnya sangat besar di dunia Barat.
Hijriyah adalah momentum perubahan bagi dakwah Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Kita sulit membayangkan bagaimana keadaan Islam hari ini, apakah agama tersebut sampai ke Sumatera Barat atau tidak sekiranya Nabi Muhammad SAW tidak melakukan hijriyah dari Mekah ke Madinah. Dalam hubungan ini, hijrah memiliki peran strategis dan kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dakwah Islam.
Pentingnya kedudukan hijrah itu dapat kita cermati dari pencapaian dakwah Islam selama di Madinah. Islam di Madinah bukan hanya Islam yang memiliki kekuatan spiritual, melainkan juga agama yang memiliki kekuatan politik. Sekitar 10 tahun Muhammad SAW di Madinah, Islam muncul menjadi kekuatan baru yang mampu menandingi kekuatan politik Rumawi di Barat dan Persia di Timur. Semoga saja kita mampu menangkap pesan-pesan hijrah.
Ini adalah tulisan saya dua tahun yang lalu ; agaknya masih original untuk di cerna dengan mata hati ; saat peringatan Tahun Baru Islam ketika itu bertepatan dengan hari Natal.
Alhamdulillah. Yang jelas hari ini (25 Desember 2009) kita berkumpul bukan dalam rangka ikut memeriahkan Hari Natal, bukan? Namun hari ini Bertabligh Akbar dalam rangka Memperingati Tahun Baru Islam 1430 H
Amat banyak kegiatan positif yang bisa kita angkatkan dalam rangka peringatan Hijrah Rasul (1 Muharram).
Ormas-ormas Islam silahkan adakan Acara-acara Pengajian/Tabligh Akbar. Remaja Masjid biasanya amat kreatif mengangkat kegiatan-kegiatan Lomba seperti Nasid, Puisi, Donor Darah dll. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa diselenggarakan di Sekolah, masjid-masjid atau di halaman masjid.
kita kenalkan kebesaran pada generasi kita sebuah Momentum penting dalam Islam. ; yakni awal penanggalan dalam agama kita.
Kembali kepada fitrah merupakan kemenangan besar yang diperoleh umat Islam yang melaksanakan puasa dan mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shaleh selama satu bulan. Betapa bahagia setiap mukmin setelah proses pelaksanaan puasa Ramadhan selesai dilakukan dengan penuh keimanan dan perhitungan. Betapa dalam rasa syukur yang keluar dari hati dan mulut mereka pada hari pengembalian fitrah insani yaitu momentum ‘idil fitri.
Hari raya ‘idil fitri sebagai hari penutupan pelaksanaan puasa Ramadhan pada hakikatnya bermakna hari untuk kembali kepada fitrah insani. Pada hari tersebut umat Islam yang sudah selesai melaksanakan puasa Ramadhan sebulan lamanya kembali pada kesucian yang sempurna seperti pertama kali mereka dilahirkan ke dunia ini. Islam menyebut bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia berada dalam kondisi suci dan tidak akan memperoleh dosa apa-apa sebelum datang masa baligh, yaitu masa di mana hukum agama sudah diwajibkan kepada mereka.
aitatul qadar adalah malam kemuliaan yang sediakan Allah pada bulan Ramadhan. Malam kemuliaan itu dijelaskan dalam al-Quran jauh lebih baik dari seribu bulan. Kapan saat tepat terjadinya lailatul qadar adalah masalah ghaib dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Tak seorangpun manusia yang hidup di dunia ini yang mampu memperkirakan secara pasti kapan datangnya lailatul qadar. Lailatul qadar yang hanya diketahui manusia adalah malam ketujuh belas Ramadhan di mana al-Quran untuk pertama kali diwahyukan Allah. Mengenai lailatul qadar itu sendiri Allah disebutkan dalam al-Quran surat al-Qadar.
إنا أنزلناه فى ليلة القدر- وما أدرك ما ليلة القدر- ليلة القدر خيرمن ألف شهر- تنزل الملئكة والروحفيهابإذن ربهم من كل أمر- سلم هي حتى مطلع الفجر.
“Sesungguhnya Kami sudah menurunkan al-Quran pada malam lailatul qadar. Tahukah kamu apa lailatul qadar itu ?. Lailatul qadar lebih baik dari pada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampaiterbit fajar.” (QS. al-Qadar/97 : 1-5).
Pada ayat di atas Allah hanya sebatas menjelaskan bahwa lailatul qadar adalah malam diturunkannya al-Quran dan lebih baik dari seribu bulan karena ketika itu para malaikat diturun ke bumi dan malam itu penuh kesejahteraan. Dengan kata lain Allah tidak menjelaskan secara pasti pada ayat tersebut kapan waktu datangnya lailatul qadar dan hanya menerangkan keutamaannya.
Angka seribu bulan yang dijelaskan pada ayat itu bukan dimaksudkan sebagai angka matematis melainkan lambang yang menunjukkan jumlah yang tidak terbatas. Mengingat begitu tinggi keutamaan lailatul qadar Nabi Muhammad memberikan panduan kepada umat Islam untuk mencari malam yang mulia itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Nabi Muhammad menyebut bahwa lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil Ramadhan yaitu malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29. Itulah sebabnya kenapa beliau mengajak segenap anggota keluarganya untuk memperbanyak amal kebaikan pada malam kesepuluh dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan.
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر مئزره وأحيا ليله و أيقظ أهله (رواه البخارى والمسلم).
“Rasulullah SAW bila memasuki sepuluh akhir Ramadhan maka beliau mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dengan amal shaleh dan membangun keluarganya”.
Hadits tersebut menyebutkan bahwa kebiasaan Nabi Muhammad dalam mengisi malam kesepuluh terakhir puasa Ramadhan adalah memberi perhatian yang besar kepada fakir-miskin dan anak yatim, menghidupkan malam Ramadhan dan membangunkan semua anggota keluarga untuk melakukan ibadah kepada Allah.
Kebiasaan Nabi Muhammad tersebut adalah pelajaran berharga bagi umat Islamuntukmengisi malam kesepuluh terakhir Ramadhan yang di antaranya terdapat lailatul qadar adalah. Mereka mesti menghidupkan malam tersebut dengan memperbanyak sedekah, zikir, istighfar, shalat sunnat, membaca al-Quran dan amal kebaikan lainnya.
Untuk mencari lailatul qadar umat Islam dituntut untuk bersikap bijaksana dan mengisi malam kesepuluh terakhir Ramadhan dengan berbagai amal kebaikan, seperti beri’tikaf, membaca al-Quran dan lain sebagainya. Dengan berpedoman pada kebiasaan Nabi Muhammad, umat Islam yang mencari lailatul qadar harus memperbanyak ifak dan sedekah, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang dihimpit oleh kesulitan hidup.
Kemudian untuk mencari lailatul qadar umat Islam juga dapat melakukan i’tikaf dan tafakkur di mesjid terdekat dari rumah mereka. Selama i’tikaf mereka mampu melakukan berbagai amal shaleh berupa memperbanyak istighfar kepada Allah, berdoa, berzikir, shalat sunnat dan menghitung atau menghisab diri. Nabi Muhammad selalu melakukan i’tikaf pada bulan Ramadhan mulai sejak tahun kedua Hijriyah hingga tahun wafatnya beliau pada tahun kesepuluh Hijriyah. Selama i’tikaf Nabi Muhammad menyendiri di mesjid untuk melakukan zikir, doa dan tadarus al-Quran.
كانيعتكف العشر الأواخر من رمضانحتى توفاه الله عز وجلثم اعتكفأزواجه من بعده.
“Adalah Nabi Muhammad SAW ber-i’tikaf pada malam sepuluh terakhir puasa Ramadhan sampai Allah mewafatkannya dan kebiasaan beliau itu diikuti pula oleh isteri-insterinya pada masa berikutnya”.
Kita berharap semoga Allah mempertemukan kita dengan lailatul qadar. Sekurangnya malam kemulian dan penuh berkah itu berlalu ketika kita beribadah kepada-Nya sehingga kita mampu meraih nilai dan pahala yang sangat besar atau lebih baik dari seribu bulan beribadah dari pada kesempatan dan bulan lain.
Nuzul al-Qur’an merupakan hikmah penting yang dijumpai pada bulan Ramahan. Nuzul al-Quran adalah proses diturunkannya al-Quran oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Untuk pertama kali Nuzul al-Quran tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, tepatnya tahun ke-41 dari usia Nabi Muhammad. Ayat yang mula-mula diturunkan Allah adalah lima ayat pertama yang terdapat dalam surat Al-Alaq.
إقرأ باسم ربك الذى خلق- خلق الإنسان من علق - إقرأ وربك الأكرم - الذى علم بالقلم - علم الإنسان مالم يعلم.
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha mulia yang mengajarkan manusia dengan qalam (pena) dan mengajarkan pula kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya”, (QS. al-Alaq/96 : 1-5).
Takwa kata Abu Bakar al-Shiddiq merupakan sikap mental yang berujung pada sifat kehati-hatian. Kehadirannya dalam kehidupan manusia bagaikan pengendali dari orang yang mendaki gunung dengan mempergunakan sepeda. Pada kiri-kananya dijumpai jurang yang sangat dalam dan siap menerkam sekiranya ia jatuh ke dalamnya. Hati-hatilah kata Abu Bakar al-Shiddiq yang membawa orang tersebut sampai kepada tujuan.
Para ulama memberi definisi takwa dengan sikap mental yang selalu mendorong manusia untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sikap mental tersebut bermula dari sifat kehati-hatian yang diasah lewat latihan pengendalian diri selama bulan Ramadhan. Di sinilah, puasa Ramadhan berkorelasi dengan pembentukan manusia- manusia yang bertakwa.
amadhan adalah moment membangun silaturrahim dan kehadirannya membuat tujuan bersama dalam masyarakat mudah untuk diwujudkan. Silaturrahim merupakan sebuah konsep sosial keagamaan dalam Islam yang menggambarkan makna-makna kasih dan sayang.Secara normatif Islam merupakan agama yang mendorong perlunya dibangun corak kehidupan sosial kemasyarakatan lewat nilai-nilai kasih dan sayang. Masyarakat yang mau dibangun Islam pada dasarnya merupakan masyarakat yang menebarkan kasih dan sayang antar sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Silaturrahim memiliki hubungan yang erat dengan keimanan dan membangunnya merupakan implementsi dari kualitas iman. Dengan kata lain semakin kuat iman semakin besar peluang umat Islam untuk membangun silaturrahim. Sebaliknya semakin keropos iman semakin sulit mewujudkan silaturrahim dalam kehidupan. Nabi Muhammad menyebut hubungan tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
arhaban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata rahb yang berarti luas dan lapang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia istilah marhaban dimaksudkan sebagai kata seru yang berfungsi untuk menyambut, menghormati dan mengucapkan selamat datang kepada tamu.
Ramadhan juga merupakan istilah bahasa Arab yang berarti membakar atau mengasah. Arti ini menunjukkan esensi dari kedatangan Ramadhan sebagai bulan untuk membakar dosa-dosa. Manusia yang melaksanakan puasa dengan penuh keimanan kepada Allah dan mengisi Ramadhan dengan amal shaleh maka semua kebaikannya itu dapat mengikis habis dosa-dosa yang pernah dilakukannya pada masa lalu. Dalam hubungan ini bulan Ramadhan bagaikan tanah subur yang siap ditaburi benih-benih kebaikan dan amal shaleh. Ketika benih tersebut telah tumbuh maka ia mulai bekerja membersihkan jiwa dari kotoran dosa-dosa.
uasa merupakan suatu bentuk ibadah yang dilakukan dengan cara menahan diri dari makan dan minum, hubungan seksual dan hal lain yang membatalkan, mulai dari terbit fajar hingga datangnya waktu Maghrib. Puasa diperintahkan Allah setelah kewajiban perintah shalat lima waktu. Kewajiban tersebut diberikan-Nya kepada Nabi Muhammad pada tahun kedua Hijriyah di Madinah melalui firman-Nya yang terdapat dalam surat al-Baqarah.
يأيها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
“Hai orang-orang yang beriman telah wajibkan kepada-mu untuk melaksanakan ibadah puasa sebagaimana sudah diwajibkan pula kepada orang-orang yang hidup sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”, (al-Baqarah/2 : 183).
Puasa merupakan ibadah yang mempunyai ketentuan hukum dari Allah dan Rasul berupa rukun dan syarat. Dalam melaksanakan puasa mesti memenuhi rukun dan syarat. Sekiranya tidak ibadah tersebut dipandang batal menurut ilmu fiqih. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan secara sederhana rukun-dan syarat puasa.
1.Rukun Puasa
a.Niat
Para ulama berbeda pandangan di seputar keberadaan niat melakukan ibadah puasa. Sebagian mereka berpendapat bahwa niat adalah rukun puasa. Tetapi sebagian yang lain memandang bahwa niat termasuk syarat puasa. Perbedaan pendapat yang hampir sama kita dijumpai pula dalam waktu dan cara melaksanakan niat puasa. Untuk lebih jelasnya berikut dipaparkan beberapa pendapat ulama yang dikemukakan oleh Amir Hamzah Fakhruddin yang dikutip dari buku al-fatawa al-jami'ah lil mar'atil muslimah.
Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad untuk pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan, tepatnya ketika beliau berusia 41 tahun. Kehadiran al-Quran memiliki beberapa fungsi dan salah satunya adalah pedoman dan petunjuk hidup manusia. Sebagai pedoman dan petunjuk hidup al-Quran membawa ajaran berupa aturan dan hukum yang menjangkau seluk-beluk kehidupan. Lewat aturan dan hukum itu al-Quran menawarkan pencerahan kepada manusia.
شهررمضان الذي أنزل فيه القرأن هدى للناس وبينت من الهدى و الفرقان.
“Bulan suci Ramadhan yang padanya al-Quran diturunkan oleh Allah yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dengan yang bathil,” (al-Baqarah/2 : 185).
Ayat di atas menyebutkan bahwa salah satu fungsi al-Quran merupakan petunjuk bagi manusia. Untuk meraih petunjuk al-Quran umat Islam perlu berusaha untuk menata hidup mereka hingga berada sedekat dan seakrab mungkin dengan al-Quran. Dengan jalan itu mereka dapat merasakan indahnya hidup bersama al-Quran.